Postur tubuh

Postur tubuh terbentuk dari beban sehari-hari, bukan dari pose sesaat.

Duduk tegak saja tidak cukup. Otot bisa dipaksa, sendi yang kaku tidak.

Menahan postur tubuh tetap tegak adalah kerja otot, dan otot bisa lelah. Karena itu, posisi yang baik biasanya hanya bertahan sebentar, lalu hilang tanpa Anda sadari.

Sementara itu, setelah berjam-jam di posisi yang sama, sebagian ruas tulang belakang sudah kehilangan sebagian geraknya. Beban lalu berpindah ke ruas yang masih mudah bergerak.

Selama pembagian beban ini tidak berubah, tubuh biasanya kembali ke posisi yang paling hemat tenaga, yaitu posisi yang selama ini Anda pakai.

Kami bedakan kebiasaan posisi dari ruas yang memang kaku.

Kami mengukur letak kepala, bahu dan panggul Anda terhadap garis tegak. Setelah itu, setiap ruas kami periksa dengan pemindaian yang dipandu komputer.

Anda melihat angka awal itu bersama kami, dan kami jelaskan artinya sebelum penanganan apa pun dimulai.

Jika ruas yang kaku bisa bergerak lagi, postur tidak perlu terus ditahan.

Kami memberikan koreksi pada ruas yang menurut hasil pengukuran geraknya terbatas. Gaya, sudut dan kedalamannya terkontrol dan dipandu komputer.

Untuk di luar klinik, kami bahas bersama posisi kerja, layar dan tidur yang paling banyak menambah beban.

Pada kunjungan berikutnya, kami ukur lagi dan bandingkan dengan angka awal tadi. Dengan begitu, setiap perubahan terlihat di layar, bukan sekadar diperkirakan.

Pola beban yang sama biasanya terasa lebih dulu di leher dan pinggang.

Jarang ada orang yang datang karena posturnya. Biasanya yang membuat orang datang adalah sakit leher yang muncul tiap sore, sakit pinggang setelah duduk lama, atau kesemutan menjalar yang membuat mereka mencari tahu soal saraf kejepit.

Masing-masing punya pemeriksaan dan halamannya sendiri. Namun pola bebannya biasanya paling awal terlihat di postur.

Postur biasanya disadari lewat foto atau rasa kaku, bukan di depan cermin.

“Di setiap foto, kepala saya selalu lebih maju daripada bahu.”

“Saya duduk tegak, sebentar kemudian sudah merosot lagi.”

“Setelah menyetir jauh, punggung atas saya terasa terkunci.”

“Seharian di depan laptop, badan rasanya seperti terlipat.”

Temui dokter lebih dulu jika postur Anda berubah dengan cepat, berubah setelah cedera, atau disertai nyeri di malam hari, kebas, maupun rasa lemah pada lengan atau tungkai. Keadaan seperti ini perlu penilaian medis sebelum penanganan apa pun di klinik kami.

Temui kami di lokasi terdekat.

Singapura segera hadir.

Satu pemeriksaan memberi Anda angka awal untuk dibandingkan nanti.