Skoliosis adalah lengkungan menyamping pada tulang belakang, dan ukurannya sangat berbeda antar orang.
Karena itu kalimat “saya punya skoliosis” belum menjelaskan banyak hal. Dua orang dengan sebutan yang sama bisa berada di situasi yang jauh berbeda, dan yang membedakan keduanya adalah angka hasil pengukuran, bukan penampakan punggungnya.
Lengkungan skoliosis juga berputar, jadi bentuknya berubah di tiga arah
Dilihat dari belakang, tulang belakang tampak miring ke satu sisi. Tetapi ruas-ruasnya tidak sekadar bergeser ke samping, melainkan ikut memutar pada porosnya sendiri. Putaran itu membawa tulang rusuk dan tulang belikat berpindah posisi, sehingga sisi kanan dan sisi kiri punggung berhenti menerima beban yang sama besar. Itulah sebabnya skoliosis dinilai dari bentuk tubuh secara keseluruhan, bukan dari satu garis yang ditarik di punggung.
Penyebab skoliosis paling sering tidak diketahui
Pada sebagian besar orang tidak ada satu peristiwa atau kebiasaan yang bisa ditunjuk sebagai asalnya. Lengkungan itu muncul tanpa sebab yang bisa dilacak, dan hal ini sudah lama dikenal dalam praktik klinis. Sebagian kecil lainnya sudah ada sejak lahir, atau muncul di usia lanjut ketika ruas dan bantalan tulang belakang berubah seiring waktu. Membawa tas di satu bahu atau duduk dengan cara yang salah bukan penyebabnya, meskipun keduanya paling sering disalahkan.
Besar lengkungan dinyatakan dalam derajat, dari foto rontgen yang dibaca dokter
Pengukuran dilakukan pada foto rontgen posisi berdiri, dengan menarik garis pada ruas paling atas dan paling bawah dari lengkungan, lalu mengukur sudut di antara keduanya. Secara klinis, sebuah lengkungan baru disebut skoliosis ketika sudutnya melewati 10 derajat. Pencitraan dan penilaian derajat ini adalah wewenang dokter. Angkanya berasal dari sana, bukan dari perkiraan lewat pandangan mata atau foto punggung.
Satu angka hanya menggambarkan hari itu, yang dipantau adalah perubahannya
Sebuah lengkungan bisa bertahan pada ukuran yang sama selama bertahun-tahun, atau bergerak pelan tanpa disadari siapa pun. Perbedaan antara keduanya tidak terbaca dari satu pemeriksaan, hanya dari dua pemeriksaan yang berjarak. Karena itu dokter menetapkan jarak pemantauan, dan yang dibaca adalah selisih antara angka hari ini dan angka sebelumnya. Menyimpan hasil pemeriksaan lama Anda jauh lebih berguna daripada yang biasanya orang kira.
Lengkungan paling mungkin berubah ketika tulang masih tumbuh
Pada anak dan remaja, tulang belakang masih memanjang, dan masa pertumbuhan cepat adalah periode ketika sebuah lengkungan paling berpeluang bergerak. Karena itu pemantauan pada usia sekolah biasanya dijadwalkan lebih rapat daripada pada orang dewasa, dan jaraknya ditentukan oleh dokter yang mengikuti kasusnya. Setelah pertumbuhan selesai, gambarannya berganti bentuk. Yang lebih sering dirasakan orang dewasa adalah kekakuan, kelelahan di satu sisi, dan tubuh yang terasa bekerja tidak merata.
Yang pertama disadari orang biasanya bukan lengkungannya
“Baju saya selalu terlihat turun di satu sisi.”
“Kata orang rumah, satu bahu saya lebih tinggi.”
“Berdiri lama membuat satu sisi pinggang cepat lelah.”
“Punggung saya terasa kaku, tapi tidak benar-benar nyeri.”
Setelah lengkungan diketahui, yang berjalan berikutnya adalah pemantauan dan menjaga tubuh tetap bergerak.
Angka derajatnya tetap urusan dokter yang memantau Anda. Bagian di luar itu adalah mobilitas tulang belakang dan kenyamanan Anda menjalani hari, dan halaman terapi skoliosis menjelaskan apa saja yang termasuk di dalamnya.